Assalamu'alaikum, setelah sekian lama, akhirnya saya kembali lagi ke blog saya. Setelah saya menyelesaikan studi saya yang begitu panjang.
Langsung saja, saya akan mendeskripsikan alur pendidikan dokter di Indonesia.
.
.
Tamat SMA lanjut ke jenjang PTN (Perguruan Tinggi Negeri)/PTS (Perguruan Tinggi Swasta).
Langkah pertama ialah mendapatkan gelar sarjana kedokteran (S.Ked). Ini membutuhkan waktu 3,5 tahun atau 7 semester. Pembelajaran ini dilakukan di fakultas/kampus, kegiatannya mencakup kuliah umum, presentasi kasus, praktikum, ujian blok, penelitian (skripsi) dan lainnya. Tahapan ini sering disebut "pre-klinik".
Selanjutnya, co-assistant/ koas. Ini membutuhkan waktu 2 tahun atau 4 semester, tapi beberapa universitas memiliki jangka waktu tertentu. Pembelajaran ini dilakukan di fasilitas kesehatan, baik tingkat pertama (puskesmas) maupun tingkat lanjutan (rumah sakit). Tingkatan ini menurut saya lebih sulit dibandingkan pre-klinik, tapi lebih seru juga, karena teori yang telah didapatkan dari buku bisa terlihat terjelas maupun samar pada pasien. Inilah seninya dokter, seni menggali informasi, menggali ingatan (pengetahuan) untuk mencocokkan antara keluhan pasien dengan diagnosis. Intinya banyak-banyak melihat dan melakukan saat koas, karena itu sangat bermanfaat.
Tahapan setelah koas, ujian kompetensi. Setelah ujian kompetensi dan dinyatakan lulus, maka gelar dokter (dr.) sudah bisa disandingkan dengan nama kalian. Eitsssss, kalian hanya bisa menyandikannya, tapi belum bisa buka praktek/klinik/lanjut spesialis. Masih ada satu tahapan terakhir.
Tahapan terakhir, internsip/ internship. Membutuhkan waktu 1 tahun. Tahapan ini kalian sudah sah jadi dokter, namun masih butuh pengawasan. Artinya kalian sudah bisa menangani pasien sesuai kompetensi kalian. Jadi ada standar kompetensi yang bisa kalian lakukan. Di tahapan ini juga, kalian masih mempunyai tugas, wwkwkwkwkwkw.. langsung diupload ke sistem yang telah dibuat kemenkes. Jika kalian tidak menyelesaikan tugas, maka intersipnya ga kelar-kelar, alhasil waktu pendidikan semakin panjang.
Itulah tahapan jadi dokter, tahapannya terkesan singkat, tapi saat menjalaninya ternyata sangat panjang. Disaat teman kalian di prodi lain sudah S2 bahkan S3 kalian baru dokter. Tapi gpp, tetap seru kok, intinya jangan menyerah, mungkin ada titik jenuh, tapi tetap lanjutkan yah!!
Tiada ulasan:
Catat Ulasan